Ali Tutupoho, S.E., M.Si. Dosen EP-FE_UP
Tampilkan postingan dengan label ANALISIS JALUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANALISIS JALUR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2014

Path Analysis with LISREL (chapter 2)

Pada Chapter 1 kita sudah mempelajari bagaimana menyiapkan data dan melakukan pengolahan dengan LISREL. Bagian kedua ini kita akan membahas mengenai hasil analisis pada bahasan chapter 1

HASIL DAN PEMBAHASAN
Unstandard Estimate
Standard Solution

T Value

1. GOODNESS OF FIT
Chi-square statistics: 0.49, Sig 0.483 (sig > 0.05) menandakan model fit.
Absolute fit indexi RMSEA: 0.000 < 0.08 artinya model fit.
Increment fit index:
Comparative Fit Index (CFI) = 1.00, Fit
Goodness of Fit Index (GFI) = 1.00, Fit
Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) = 0.98, Fit
Normed Fit Index (NFI) = 1.00, Fit
Persamaan structural 1
  1. Achievement motivasi (Achmot) dengan performance yaitu sebesar 0.086 (t hitung 2.29)
  2. Self Esteem berhubungan positif dengan performance sebesar 0.18 (t hitung 3.22)
  3. Verbal Intelligent berhubungan positif dengan performance sebesar 0.069 (t hitung 4.85).
  4. Seluruh variabel signifikan. Hal ini dapat dilihat dari nilai t hitung > 1.98
  5. Secara bersama-sama, Achievement motivation, Self Esteem dan Verbal Intelligent berpengaruh sebesar 0.35 (35%), sehingga besaran pengaruh variabel lain adalah 100% – 35% = 65%.
Persamaan structural 2        
  1. Performance berhubungan positif dengan job satisfaction sebesar 0.24 (t hitung 3.74/ signifikan)
  2. Achievement motivation (Achmot) berhubungan positif dengan job satisfaction sebesar 0.12 (t hitung 3.93/ signifikan)
  3. Verbal Intelligent berhubungan negatif dengan job satisfaction sebesar 0.0013 (t hitung -0.021 / tidak signifikan).
  4. Secara bersama-sama, Achievement motivation, Verbal Intelligent dan Performance berpengaruh sebesar 0.27 (27%), sehingga besaran pengaruh variabel lain adalah 100% – 27% = 73%.
DEKOMPOSISI PENGARUH
Total and Indirect Effects
Total Effects of X on Y
ACHMOT     SELFES   VERBITEL
——–   ——–   ——–
PERFORM          0.09       0.18       0.33
(0.04)     (0.05)    (0.07)
2.29       3.22       4.85
JOBSATIS             0.14       0.04       0.08
(0.03)     (0.02)    (0.06)
4.56       2.44       1.30

Total Effect of X on Y menjelaskan mengenai total pengaruh antara variabel observed eskogen dengan endogen. Pengaruh total ini merupakan pengaruh langsung antara eksogen ke endogen berdasarkan hasil persamaan structural yang sudah kita jelaskan di atas.

Indirect Effects of X on Y
ACHMOT     SELFES   VERBITEL
——–   ——–   ——–
PERFORM          – -        – -        – -
JOBSATIS            0.02       0.04       0.08
(0.01)     (0.02)    (0.03)
1.95       2.44       2.96

Indirect Effects of X on Y menjelaskan pengaruh tidak langsung eksogen ke endogen. Besaran pengaruh Achievement Motivation ke Job Satisfaction adalah sebesar 0.02, Selfes adalah sebesar 0.04 (tidak diuji), dan verbal intelligent adalah sebesar 0.08
Total Effects of Y on Y
PERFORM   JOBSATIS
——–   ——–
PERFORM        – -        – -
JOBSATIS            0.24        – -
(0.06)
3.74

Total Effects of Y on Y menjelaskan total pengaruh variabel observed endogen terhadap endogen lainnya. Dalam hal ini adalah performance ke job satisfaction dengan besaran pengaruh sebesar 0.24

Sekian..semoga bermanfaat.

Sumber:
Dapat dilihat disini

Path Analysis with LISREL (chapter 1)

Path Analysis with LISREL
Tutorial Chapter 1
Saya pernah membahas analisis jalur dengan SPSS, dan sekarang akan saya buat tutorialnya dengan LISREL 8.80
Bagi yang belum punya LISREL 8.80 silahkan download gratis di situs nya
Note : hanya digunakan untuk media pembelajaran bagi mahasiswa yang sedang belajar atau siapa saja yang mempelajari LISREL
KONSEP ANALISIS JALUR
Estimation method: Simple OLS dan maximum likelihood digunakan untuk memprediksi jalur
Path model: Adalah diagram yang menunjukkan independent, perantara, dan dependent variables.  Tanda panah satu arah menunjukkan pengaruh untuk independent, intermediate dan dependent variable.  Panah dua arah menunjukkan covariance antara dua variabel.
Exogenous and endogenous variables: Variabel eksogen adalah variabel penyebab (independent) dan endogen adalah variabel outcome (dependent)
Koefisien Jalur (Path coefficient) : adalah standardized regression coefficient (beta), menunjukkan pengaruh langsung dari independent variabel ke dependen variabel dalam model
Disturbance terms:Residual error atau istilahnya ganngguan.  Istilah gangguan mencerminkan varians yang tidak terjelaskan atau kesalahan pengukuran (measurement error.)
Direct and indirect effect:Model jalur memiliki dua jenis efek. Yang pertama adalah efek langsung, dan yang kedua adalah efek tidak langsung. Ketika variabel eksogen memiliki panah diarahkan pada variabel dependen, maka dikatakan efek langsung. Ketika sebuah variabel eksogen memiliki efek pada variabel dependen, dengan variabel eksogen yang lain, maka dikatakan efek tidak langsung. Untuk melihat total efek dari variabel eksogen, kita harus menambahkan efek langsung dan tidak langsung. Satu variabel mungkin tidak memiliki efek langsung, tetapi mungkin memiliki efek tidak langsung juga.
Asumsi :
Hubungan variabel harus linier
Data Minimal berskala Interval
Error terms tidak berkorelasi dengan variabel manapun.
Disturbance terms sebaiknya tidak berkorelasi dengan endogenous variables.
Multicollinearity: terdapat multiko yang rendah
Sample size: > 100
CONTOH KASUS : STUDI DILLON AND GOLDSTEIN
Variabel Penelitian :
Achievement motivation (Achmot)
Self-Esteem (Selfes)
Verbal Inteligent (Verbitel)
Performance (Perform)
Job Satisfaction (Jobsatis)

Rumusan Masalah :
Pengaruh Achmot Achievement motivation (Achmot), Self-Esteem (Selfes), dan Verbal Inteligent (Verbitel) terhadap performance
Pengaruh Achmot Achievement motivation (Achmot), Self-Esteem (Selfes), dan Performance (Perform) terhadap job satisfaction
1. MEMPERSIAPKAN DATA
Data yang akan kita import ke PRELIS adalah data dalam bentuk SPSS (.SAV). Jumlah sampel sebanyak 169 orang pegawai.

Klik FILE – IMPORT DATA IN FREE FORMAT.
Disini..posisi File saya ada di C:\TUTORIAL LISREL\LATIHAN4\DATAPATH1

Tampilan PRELIS

Simpan data PRELIS dengan nama : LATIHAN1.PSF
2. MENENTUKAN JENIS DATA
Klik DATA – DEFINE VARIABLES
Klik VARIABLE TYPE – Pilih CONTINUES dan Klik APPLY to ALL

3. MEMBUAT SIMPLIS PROJECT
Klik FILE – NEW – Lalu Pilih SIMPLIS PROJECT
Beri Nama “ANALISIS JALUR”

Tampilan SIMPLIS PROJECT
4. MEMANGGIL DATA PRELIS
Klik SET UP – pilih VARIABLES
maka akan tampil sbb :

Pada box Observed Variables..pilih Add/Read Variables
Pilih PRELIS System File, lalu cari dimana anda menyimpan file LATIHAN1.PSF

Klik NEXT, lalu pada kotak Number of Observation..masukkan jumlah observasi (dalam contoh ini adalah 169), lalu klik OK

5. MEMBUAT SIMPLIS SYNTAX
Klik SETUP lalu pilih BUILD SIMPLIS SYNTAX
Maka akan tampil otomatis Syntax berikut ini :


Tambahkan Syntax Sbb sehingga secara lengkap Sbb :
===
Raw Data from file ‘C:\TUTORIAL LISREL\LATIHAN 4\LATIHAN1.psf’
Sample Size = 169
Relationships
Perform = Achmot Selfes Verbitel
Jobsatis = Achmot Verbitel Perform
Options: SS EF
Path Diagram
End of Problem
===
6. EKSEKUSI PROGRAM
HASIL DAN INTERPRETASI


Sumber:
Dapat dilihat disini

Sabtu, 15 Februari 2014

APLIKASI ANALISIS JALUR DENGAN SPSS VERSI 15.0

A. PENDAHULUAN Judul Penelitian
Analisis Pengaruh Kompensasi Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai (maaf organisasinya dihilangkan…)

Variabel Penelitian
X1 = Kompensasi
X2 = Budaya Organisasi
X3 = Motivasi kerja
Y   = Kinerja

Rumusan Masalah
Berapa besar pengaruh kompensasi dan budaya terhadap motivasi kerja
Berapa besar pengaruh langsung dan tidak langsung kompensasi, dan budaya terhadap kinerja
Desain Diagram


X3 = X3X1 +  ρ X3X2 + Є1 …………Substruktural 1
Y = ρ YX1 + ρ YX2 + ρ YX3 + Є2 …………Substruktural 2

B. PENYELESAIAN KASUS

Catatan :
Model diasumsikan telah memenuhi persyaratan analisis jalur meliputi data berskala interval, berdistribusi normal, pemenuhan asumsi linieritas, normalitas, homogen dan terbebas dari masalah multikolinieritas. Pembahasan mengenai hal ini akan dijelaskan secara terpisah sehingga bahasan mengenai interprestasi nilai analisis jalur dengan regresi.
atas permintaan…data dapat didownload DATA ANALISIS JALUR
1. TAHAP 1
Pada tahap 1 persamaan strukturalnya adalah X3 = X3X1 +  ρ X3X2 + Є1
Dimana X1 adalah kompensasi, X2 budaya dan X3 motivasi
Untuk menghitung persamaan regresinya :
  • Klik Analyse
  • Pilih Regression >> Pilih Linier
  • Pada kolom dependent variable masukkan variabel X3
  • Pada kolom independent variable masukkan variabel X1 dan X2
  • Biarkan methode tetap pada pilihan Enter
  • Klik OK

Hasilnya download di sini
2. TAHAP 2
Pada tahap 2 persamaan strukturalnya adalah Y = ρ YX1 + ρ YX2 + ρ YX3 + Є2
Dimana X1 adalah kompensasi, X2 budaya, X3 motivasi dan Y kinerja
Untuk menghitung persamaan regresinya :
  • Klik Analyse
  • Pilih Regression >> Pilih Linier
  • Pada kolom dependent variable masukkan variabel Y
  • Pada kolom independent variable masukkan variabel X1, X2 dan X3
  • Biarkan methode tetap pada pilihan Enter
  • Klik OK


Hasilnya dapat didownload di sini

C. PENJELASAN
SUB STRUKTURAL 1
** Perhatikan hasil output regresi sub 1
Secara simultan kompensasi dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Besaran pengaruh simultan adalah 0,488 atau dibulatkan menjadi 49% merupakan kontribusi dari variabel kompensasi dan budaya organisasi terhadap motivasi kerja. Sedangkan sisanya 51 % dipengaruhi faktor lain di luar model.
Model simultan ini terjadi secara signifikan. Hal ini dapat dilihat dari probability (sig) atau < 0,01. Pengujian signifikansi lebih lanjut diteruskan dengan pengujian individual melalui parameter statistik t. Hasil pengujian individual juga menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dengan memperhatikan perolehan sig  < 0,01 pada jalur X1, sig  < 0,01 pada jalur X2. Hal ini tentunya menjelaskan bahwa secara simultan dan parsial kompensasi dan budaya organisasi dapat dijadikan variabel yang berpengaruh motivasi kerja pegawai. Lebih lanjut, pengaruh kausal empiris antara variabel (X1) kompensasi dan (X2) budaya organisasi ini dapat digambarkan melalui persamaan sub struktural 1 (satu). X3 = ρ X3X1 +  ρ X3X2 + ρ X3Є1, atau X3 = 0,462X1 + 0,346X2 + 0,715 Є1.
Secara parsial kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Besaran pengaruh parsial dan langsung kompensasi terhadap motivasi adalah sebesar 0,462 atau dibulatkan menjadi 46%. Dengan demikian, tinggi rendahnya motivasi dipengaruhi oleh kompensasi sebesar 46%, sedangkan sisanya 54% dijelaskan faktor lain di luar model.
Secara parsial budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai. Besaran pengaruh parsial dan langsung budaya organisasi terhadap motivasi adalah sebesar 0,346 atau dibulatkan menjadi 35%. Artinya, tinggi rendahnya motivasi kerja pegawai dipengaruhi oleh budaya organisasi sebesar 35%, sedangkan sisanya 65% dijelaskan faktor lain di luar model.

SUB STRUKTURAL 2
** Perhatikan hasil output regresi sub 2
Secara simultan, pengaruh X1 X2 dan X3 terhadap Y adalah sebesar 0,738 (dibulatkan 74%. Sisanya 26% dipengaruh faktor lain di luar model. Model simultan terjadi signifikan. Dengan memperhatikan probablitas F sebesar 70,477 pada sig 0,000 < 0,01. Setelah model simultan terbukti signifikan, maka dilakukan penelusan jalur pengaruh parsial. Dari tiga variabel yang ditempatkan sebagai prediktor, seluruhnya memiliki nilai sig < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh prediktor secara parsial berpengaruh terhadap Y
Secara langsung kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Besaran pengaruh langsung kompensasi terhadap kinerja adalah sebesar 0,199 atau dibulatkan menjadi 20%. Artinya, tinggi rendahnya kinerja pegawai hanya mampu dipengaruhi oleh kompensasi sebesar 20% sedangkan sisanya 80% dipengaruhi faktor lain di luar model.
Secara langsung budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Besaran pengaruh parsial dan langsung budaya organisasi terhadap kinerja adalah sebesar 0,220 atau dibulatkan menjadi 22%. Artinya, tinggi rendahnya kinerja hanya mampu dipengaruhi oleh budaya organisasi sebesar 22%, sedangkan sisanya 78% dijelaskan faktor lain di luar model.
Secara langsung motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Besaran pengaruh motivasi terhadap kinerja adalah sebesar 0,568 atau dibulatkan menjadi 57%. Artinya, tinggi rendahnya kinerja mampu dipengaruhi oleh motivasi sebesar 57%, sedangkan sisanya 43% dipengaruhi faktor lain di luar model. Dari tiga variabel yang digunakan sebagai prediktor kinerja, variabel motivasi juga teridentifikasi sebagai variabel terkuat yang mempengaruhi kinerja dibanding dua variabel lain yaitu kompensasi dan budaya organisasi.
Secara keseluruhan, pengaruh-pengaruh yang dibentuk dari sub struktural 2 dapat digambarkan melalui persamaan struktural 2 yaitu Y = ρ yX1 + ρ yX1 + ρ yX1 + e2, atau Y = 0,199X1 + 0,220X2 + 0,568X3 + ρ ye2. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ke 3,4, dan 5 pada persamaan struktural 2 ini diperoleh diagram jalur empiris untuk model Y sebagaimana yang dijelaskan gambar berikut ini : (gambarnya di view aja biar lebih besar…)


Indirect Effect dan Total Effect:
  1. Pengaruh tidak langsung / indirect effect, X1 ke Y melalui X3 = p X3X1  x p yX3 = (0,462) x (0,568) = 0,262. Dengan demikian pengaruh totalnya = p yX1 + IE= 0,199 + 0,262 = 0,461.
  2. Pengaruh tidak langsung / indirect effect, X2 ke Y melalui X3 = p X3X2  x p yX3 = (0,346) x (0,568) = 0,196. Dengan demikian pengaruh totalnya = p yX2 + IE= 0,220 + 0,196 = 0,416

Sumber:
Dapat dilihat disini